banyak hal yang ingin aku lakukan, tapi aku terlalu takut untuk melangkahkan kaki, tanpa alas dan harus berjalan di atas pecahan kaca yang mulai berserakan, itu membuat ku cukup banyak mengeluarkan air mata. di dpan ibu ku aku seolah tak berdaya untuk bisa berdiri dengan kedua kaki besar ku,aku masih harus membutuhkan uluran tangan yang sebenarnya telah melemah. seseorang yang begitu aku harapkan untuk ada di samping ku, ku rasakan seperti menutup mata, atau aku yang tak mau berbagi cerita, entahlah yang jelas aku sudah cukup untuk memberikan sinyal agar dia tau apa yang aku alami saat ini, Bang Ali, dialah sosok yang sangat aku butuhkan, untuk bisa menenangkan ku saat aku sengat gelisah, walaupun aku selalu tau, siapa aku dan siapa dia. atau bahkan apa aku dan siapakah beliau, tak ada hubungan darah, hanya di pertemukan melalui hal yang tak terduga, dan itupun dalam waktu yang sangat singkat, yang sangat berkesan untuk ku namun mungkin tak membekas sedikitpun olehnya,, itu yang aku rasakan, tak ada waktu untuk ku, hanya untuk sekedar mendengarkan cerita ku, tak ada sedikit waktu untuk sekedar bertanya,, what's going on?? are you OK,,,aku berharap, aku tak lagi bergantung padanya, for everything and anything, dan aku berdoa untuk selalu mendapat kekuatan dari dalam hati agar aku bisa menatap matahari saat keluar tana penghalang apapun.
No comments:
Post a Comment