Dalam perjalanan hidup, kepastian itu hanya sebagian kecil
terjadi, tak banyak yang bisa dilakukan oleh manusia untuk bisa berjalan di
jalur yang telah mereka tentukan. Kadang mereka harus berusaha keras untuk
menlaluinya, bahkan tak sedikit juga yang tersesat dan akhirnya hanyamampu diam
di titik tersebut, padahal mereka belum melalui separuh dari apa yang
seharusnya mereka tempuh. Jati diri adalah hal yang sangat susah untuk
diperoleh, namun apabila seseorang telah menemukan jati diri yang sebenarnya, akan
dengan mudahnya mereka akan menemukan kebahagiaan yang benar-benar mereka cari.
Tak peduli apakah tak ada uang d kantong, apakah makan hanya dengan lauk garam
dan minyak goreng, atau bahkan tidur hanya beralaskan kain lusuh yang tak
terpakai. Yang jelas kebahagiaan yang benar-benar nyata belum aku miliki
sepenuhnya sampai saat ini. Tanpa menghilangkan rasa syukur yang begitu luar
biasa yang telah Tuhan berikan, dengan masih memiliki kedua orang tua yang
lengkap masih bisa menikmati kasur empuk dan banyak hal lain yang sepertinya
tak akan bisa dihitung dengan apapun. Namun, hal lain yang aku rasakan adalah
masih sering merasakan kesepian, tak diperhatikan, tak mempunyai seseorang yang
benar-benar mengerti akan kebutuhan ku. Rasa haus akan perhatian dari ornag
lain, kadang membuat ku suka berbuat hal-hal yang tak sewajarnya untuk ku
lakukan, dan itu aku lanjutkan karena tak ada satupun yang memperdulikannya.
Aku ingin dan sangat ingin, suatu ketika aku bisa menemukan ornag yang
benar-benar bisa mengerti tentang keadaan ku yang sebenarnya yang selalu ada
kapanpun saat aku membutuhkannya, selalu mengerti apa yang harus dia lakukan
agar aku selalu merasa nyaman dan tak sendiri. Sosok itu sangat aku butuhkan
saat ini, dimana aku ingin bercerita banyak tentang sedikit hal, berkisah
tentang suatu naskah yang telah Tuhan rancang untuk ku. Entah bagaimana harus
aku memulai, apakah dengan aku berteriak atau menangis tanpa henti, atau dengan
menggoreskan aluminium tajam untuk memutus nadi ku. Kerinduan akan sosok itu dulu
pernah terobati sesaat, namun saat aku menyadarinya, dia tak sepenuhnya
memiliki waktu untuk ku, biarlah. Akupun tak bisa memaksanya untuk hal itu. Aku
semakin yakin akan hal itu, saat banyak hal yang dia katakan seperti angin yang
tak berbentuk, tak berwarna, berlalu hanya lewat didepan ku, dan akhirnya tak
ada bekas apapun yang aku terima. Terimakasih untuk sedikit waktu yang telah
diberikan, terimakasih untuk hal yang dapat aku pelajari, pembelajaran yang
berharga banyak aku terima, walaupun tak dapat berlanjut, dan aku tahu bahkan
sangat tahu itu. Maaf atas kerepotan yang sangat banyak yang telah aku buat.
Ketidaknyamanan saat aku meminta bantuan untuk hal-hal yang menurut anda-anda
tidak penting. Aku mengerti kehidupan kalian sangat berharga, dan waktu kalian
sangat mahal walaupun hanya sekedar untuk berkata didepan ku sekalipun. Semoga
untuk saat ini, aku bisa secara perlahan terlepas dari kalian, terlepas dari
kebahagiaan yang telah kalian berikan, dan semoga aku tak pernah membuat kalian
marah dan membenci ku, aku berfikir lebih baik tak berkesan sama sekali, dari
pada meninggalkan kesan yang tidak menyenangkan. Kehidupan ku akan aku buat
seberharga mungkin, walaupun aku akan merangkak untuk akhirnya merasakan hal
itu. Aku selalu berdoa, suatu ketika aku akan berdiri dengan dua kaki ku diatas
terjaknya tebing, tanpa pegangan, tanpa tongkat.
Wednesday, 11 September 2013
Saturday, 7 September 2013
my srenght without him
banyak hal yang ingin aku lakukan, tapi aku terlalu takut untuk melangkahkan kaki, tanpa alas dan harus berjalan di atas pecahan kaca yang mulai berserakan, itu membuat ku cukup banyak mengeluarkan air mata. di dpan ibu ku aku seolah tak berdaya untuk bisa berdiri dengan kedua kaki besar ku,aku masih harus membutuhkan uluran tangan yang sebenarnya telah melemah. seseorang yang begitu aku harapkan untuk ada di samping ku, ku rasakan seperti menutup mata, atau aku yang tak mau berbagi cerita, entahlah yang jelas aku sudah cukup untuk memberikan sinyal agar dia tau apa yang aku alami saat ini, Bang Ali, dialah sosok yang sangat aku butuhkan, untuk bisa menenangkan ku saat aku sengat gelisah, walaupun aku selalu tau, siapa aku dan siapa dia. atau bahkan apa aku dan siapakah beliau, tak ada hubungan darah, hanya di pertemukan melalui hal yang tak terduga, dan itupun dalam waktu yang sangat singkat, yang sangat berkesan untuk ku namun mungkin tak membekas sedikitpun olehnya,, itu yang aku rasakan, tak ada waktu untuk ku, hanya untuk sekedar mendengarkan cerita ku, tak ada sedikit waktu untuk sekedar bertanya,, what's going on?? are you OK,,,aku berharap, aku tak lagi bergantung padanya, for everything and anything, dan aku berdoa untuk selalu mendapat kekuatan dari dalam hati agar aku bisa menatap matahari saat keluar tana penghalang apapun.
Friday, 26 July 2013
27 juli
hari ini cukup melelahkan bagi gue, bangun kesiangan gara-gara semalem begadang ga jelas nyampe jam setengah 1, dan asiknya di temenin sama mas Zaenal yang sering menjadi inspirasi gue dalam bertingkah laku, walaupun emang agak alay si, tapi gue suka. dari cara dia jalan, cara dia cerita (walau kadang aneh, tapi gue tetep suka,,)semoga gue ga cinta ya,, cukup kagum aja, ga lebih,, gue masih normal kok.
bangun jam 9 buat gue pusing, sampe gue males liat matahari yang ga tau kenapa hari ini begitu tidak bersahabat, silaunya kaya lampu 1000watt.. malah lebih.agenda gue hari ini adalah nemenin Miss Repong tapi jenius, she is Eli, temen gue waktu SMA yang sekarang kuliah bareng di UNNES dengan jurusan yang berbeda pastinya. iyalah, kita kaya bumi sama langit kok, gue anak IPS tulen, dia IPA banget, dah bisa ditebak dari jurusan yang dia ambil, KIMIA.
gue terpaksa nemenin dia cari oleh-oleh buat orang tuanya, dan buat gurunya yang super rempong, guru gue juga sii,, maaf pak, ga ada maksud. dimulai dari nunggu dia hampir 15 menit didepan Bank, dan mood gue udah mulai memburuk, sampai akhirnya dia dateng dengan panggilan anehnya,,upiiilll,, lama ya,, kost ku jauh si. cukup untuk gali kubur mungkin atau buat muterin UNNES 3 kali. tapi karena saat itu lagi puasa, alhasil gue ga jadi marah, takut batal juga, kan sayang. kita jalan naik angkot yang super duper panas, minta ampun, adahal jendela udah gue buka sampe kacanyapun tak terlihat, tapi ga ngaruh apa-apa. mungkin bisa jadi ide PKM ni, angkot ber-AC, kan belum ada, biar orang-orang betah buat lama-lama diangkot.
ga cukup sampai disitu, dalam perjalanan, Seamarang macetnya minta ampun, waktu yang biasanya cuma setengah jam, terpaksa gue lewatin lebh dari 1,5 jam,, amppuuuuuuunn, udah panas, capek, haus, laper, pusing,, ga bisa kebayang deh kalo molor 5 menit lagi, iman gue bisa hancur, dan alhasil gue bisa-bisa batal puasa,, nooo. malu ama jenggot Edi..(secara gue udah 20 tahun, wajar kan ada jenggotnya).
akhirnya penantian geu berbuah apel, gue nyampe pasar Johar dan langsung keliling cari sesuatu yang isa gue beli. tapi ya dengan budget pas-pasan, dan barang yang seabreg, akhirnya gue galau dan cuma liat-liat doang. dan begitu juga temen gue yang satu itu, cari rokpun ga tau yang model apa. kita tunda dulu cari bajunya, dan berganti ke toko buku, disana muter-muter cari buku yang ga ada, dan jelas pergi tanpa hasil di tangan dan hanya menyisakan capek yang ga bisa diungkapkan dengan puisi cinta.
kita berniat untuk kembali mencari yang telah kita lewatkan, yaitu baju, karena gue ga ,ood dengan busana, gue putusin buat nyari jam tangan, secara jam tangan gue one n only sudah jadi barang antik di meja kamar. gue beli dua, satu baut adik gue, itung-itung amal bulan puasa. penjualnya agak maksa, bikin bete. gue nawar malah di bilang ga jelas,pake kacamata dong pak.
abis itu kita muter lagi dan akhirnya dengan ketidak tahuan kita tentang denah lokasi pasar Johar, kita tersesat di pasar sayuran,,, (gue bukan ibu-ibu yang mau belanja sayuran), dengan hati yang udah dongkol, gue muter balik dan tanya sana sini, dan ahirnya, nemu juga tu jalan keluar, diantara hiruk pikuk orang-orang yang pada ga puasa,, makan di pinggir jalan, bikin ngiler aja..
dengan niatan cari rok buat lebaran,, Miss Rempong akhirnya masuk ke toko baju, trauma dengan rute pasar yang bikin pusing katanya,, dengan waktu yang mepet dan uang yang lebih mepet,, dia beli satu rok panjang hanya dalam waktu 10 menit.. rekor belanja cewe tercepat yang pernah gue tau. dengan buru-buru takut kebentur ama tembok maghrib, kitapun nyari angkot seadanya, dan langsung dapet. waktu dijalan yang masih agak lumayan rada dikit jauh, adzan pun berkumandang,,,hemm alhamdulillah buka, dengan air minum seadanya, karena posisi di angkot, ga mungkin juga kita mau minta berhenti tu angkot, terus nungguin kita cari makan buat buka.
singkat cerita, gue sampai di asrama jam 6 lewat, itu aja gue minta jemput mas gue, kalo ga, mungkin traweh baru nyampe asrama (thanks a lot mas),, hha
di asrama, gue buka cuma pake air putih sama gorengan, dan sedikit es buah, terus nasi, buah melon waaahhh,, itu si bukan cuman,,hahah
bangun jam 9 buat gue pusing, sampe gue males liat matahari yang ga tau kenapa hari ini begitu tidak bersahabat, silaunya kaya lampu 1000watt.. malah lebih.agenda gue hari ini adalah nemenin Miss Repong tapi jenius, she is Eli, temen gue waktu SMA yang sekarang kuliah bareng di UNNES dengan jurusan yang berbeda pastinya. iyalah, kita kaya bumi sama langit kok, gue anak IPS tulen, dia IPA banget, dah bisa ditebak dari jurusan yang dia ambil, KIMIA.
gue terpaksa nemenin dia cari oleh-oleh buat orang tuanya, dan buat gurunya yang super rempong, guru gue juga sii,, maaf pak, ga ada maksud. dimulai dari nunggu dia hampir 15 menit didepan Bank, dan mood gue udah mulai memburuk, sampai akhirnya dia dateng dengan panggilan anehnya,,upiiilll,, lama ya,, kost ku jauh si. cukup untuk gali kubur mungkin atau buat muterin UNNES 3 kali. tapi karena saat itu lagi puasa, alhasil gue ga jadi marah, takut batal juga, kan sayang. kita jalan naik angkot yang super duper panas, minta ampun, adahal jendela udah gue buka sampe kacanyapun tak terlihat, tapi ga ngaruh apa-apa. mungkin bisa jadi ide PKM ni, angkot ber-AC, kan belum ada, biar orang-orang betah buat lama-lama diangkot.
ga cukup sampai disitu, dalam perjalanan, Seamarang macetnya minta ampun, waktu yang biasanya cuma setengah jam, terpaksa gue lewatin lebh dari 1,5 jam,, amppuuuuuuunn, udah panas, capek, haus, laper, pusing,, ga bisa kebayang deh kalo molor 5 menit lagi, iman gue bisa hancur, dan alhasil gue bisa-bisa batal puasa,, nooo. malu ama jenggot Edi..(secara gue udah 20 tahun, wajar kan ada jenggotnya).
akhirnya penantian geu berbuah apel, gue nyampe pasar Johar dan langsung keliling cari sesuatu yang isa gue beli. tapi ya dengan budget pas-pasan, dan barang yang seabreg, akhirnya gue galau dan cuma liat-liat doang. dan begitu juga temen gue yang satu itu, cari rokpun ga tau yang model apa. kita tunda dulu cari bajunya, dan berganti ke toko buku, disana muter-muter cari buku yang ga ada, dan jelas pergi tanpa hasil di tangan dan hanya menyisakan capek yang ga bisa diungkapkan dengan puisi cinta.
kita berniat untuk kembali mencari yang telah kita lewatkan, yaitu baju, karena gue ga ,ood dengan busana, gue putusin buat nyari jam tangan, secara jam tangan gue one n only sudah jadi barang antik di meja kamar. gue beli dua, satu baut adik gue, itung-itung amal bulan puasa. penjualnya agak maksa, bikin bete. gue nawar malah di bilang ga jelas,pake kacamata dong pak.
abis itu kita muter lagi dan akhirnya dengan ketidak tahuan kita tentang denah lokasi pasar Johar, kita tersesat di pasar sayuran,,, (gue bukan ibu-ibu yang mau belanja sayuran), dengan hati yang udah dongkol, gue muter balik dan tanya sana sini, dan ahirnya, nemu juga tu jalan keluar, diantara hiruk pikuk orang-orang yang pada ga puasa,, makan di pinggir jalan, bikin ngiler aja..
dengan niatan cari rok buat lebaran,, Miss Rempong akhirnya masuk ke toko baju, trauma dengan rute pasar yang bikin pusing katanya,, dengan waktu yang mepet dan uang yang lebih mepet,, dia beli satu rok panjang hanya dalam waktu 10 menit.. rekor belanja cewe tercepat yang pernah gue tau. dengan buru-buru takut kebentur ama tembok maghrib, kitapun nyari angkot seadanya, dan langsung dapet. waktu dijalan yang masih agak lumayan rada dikit jauh, adzan pun berkumandang,,,hemm alhamdulillah buka, dengan air minum seadanya, karena posisi di angkot, ga mungkin juga kita mau minta berhenti tu angkot, terus nungguin kita cari makan buat buka.
singkat cerita, gue sampai di asrama jam 6 lewat, itu aja gue minta jemput mas gue, kalo ga, mungkin traweh baru nyampe asrama (thanks a lot mas),, hha
di asrama, gue buka cuma pake air putih sama gorengan, dan sedikit es buah, terus nasi, buah melon waaahhh,, itu si bukan cuman,,hahah
Thursday, 25 July 2013
26 Juli
ini blog baru gue, dan ini tulisan pertama gue yang gue niatin..
sebelumnya ada beberapa blog yang gue udah bikin, tapi berhubung otak ku masih sedangkal comberan depan rumah, akhirnya blog-blog itu hanya menjadi seonggok blog yang tak berpenghuni..
kenalin gue Edi Purnomo, gue anak akuntansi yang pastinya ga penah nyambung dengan berbagai macam seni dan apapun yang berbau sastra,, tapi i love it..gue udah agak tua, dah seper 5 abad.. tapi ga ada satupun hal yang bisa gue banggain selain rambut gue yang item...
kayaknya ga ada yang menarik dalam hidup gue sebelum gue kenal yang namanya novel, sebagian besar hidup gue tercurahkan untuk nonton tv,, hiburan temurah dan termudah yang bisa gue akses. labih dari itu, gue bukan tipikal orang yang suka nongkrong di pinggir jalan, beteman kan kacang dan kopi bergelas-gelas,, ga jelas banget kayaknya, walaupun banyak yang ngajakin, dan bilang it's so fun, ketawa ngakak deh.. meding tidur dan berkhayal jadi anak Sultan,,kan asik tuh, darahnya warnanya biru,,hehe,,
semula apa yang gue jalanin hanya berdasarkan emosi sesaat, sampai gue sering dibilang anak kecil, woyyy, gue udah 20 tahun, dan itu fakta, gue dah punya KTP dan udah jadi mahasiswa,,apa kurang cukup bukti, kalo gue udah gede,,cukup tau aja, gue udah bisa apa-apa sendiri, masak, nyuci, nyetrika, dan itu gue lakuin dengan hasil yang memuaskan.
hari ini hari ke 17 puasa gue di bulan Ramadhan, secara gue muslim ya, jadi itu kewajiban, dan hal bikin BANGGA, gue ga sekalipun absen puasa dan traweh,, keren ga tuh,,jadi semua full semoga sampai lebaran iman gue ka jadi kendor kaya kolor bapak gue..
sekarang gue masih menetap di asrama cowo (pastinya) di my lovely college, UNNES. walaupun udah masa tenggang, dan gue harus buru-buru walk out sebelum diusir sama bapak satpam, jadi ga nyenyak tidur, selalu mimpi buruk (ga deng). satpamya kan baik semua.
hal lain yang membuat gue berat untuk pindah adalah fasilitas asrama bray, kaya di hotel, dengan biaya 100rb, anda bisa menikmati fasilitas smpurna, TV LCD, air yang selalu berlimpah, kasur spring bed, wifi geratis dan bisa di akses di dalam kamar. pokoknya no reason buat ga cinta asrama ini.
lebih lagi mas-mas PPG yang saat ini diasrama, baik banget sama gue, sampai-saampai gue mau pindah aja dilarang, (so sweet ga tuh,, berasa penting dan dibutuhin banget)
sebelumnya ada beberapa blog yang gue udah bikin, tapi berhubung otak ku masih sedangkal comberan depan rumah, akhirnya blog-blog itu hanya menjadi seonggok blog yang tak berpenghuni..
kenalin gue Edi Purnomo, gue anak akuntansi yang pastinya ga penah nyambung dengan berbagai macam seni dan apapun yang berbau sastra,, tapi i love it..gue udah agak tua, dah seper 5 abad.. tapi ga ada satupun hal yang bisa gue banggain selain rambut gue yang item...
kayaknya ga ada yang menarik dalam hidup gue sebelum gue kenal yang namanya novel, sebagian besar hidup gue tercurahkan untuk nonton tv,, hiburan temurah dan termudah yang bisa gue akses. labih dari itu, gue bukan tipikal orang yang suka nongkrong di pinggir jalan, beteman kan kacang dan kopi bergelas-gelas,, ga jelas banget kayaknya, walaupun banyak yang ngajakin, dan bilang it's so fun, ketawa ngakak deh.. meding tidur dan berkhayal jadi anak Sultan,,kan asik tuh, darahnya warnanya biru,,hehe,,
semula apa yang gue jalanin hanya berdasarkan emosi sesaat, sampai gue sering dibilang anak kecil, woyyy, gue udah 20 tahun, dan itu fakta, gue dah punya KTP dan udah jadi mahasiswa,,apa kurang cukup bukti, kalo gue udah gede,,cukup tau aja, gue udah bisa apa-apa sendiri, masak, nyuci, nyetrika, dan itu gue lakuin dengan hasil yang memuaskan.
hari ini hari ke 17 puasa gue di bulan Ramadhan, secara gue muslim ya, jadi itu kewajiban, dan hal bikin BANGGA, gue ga sekalipun absen puasa dan traweh,, keren ga tuh,,jadi semua full semoga sampai lebaran iman gue ka jadi kendor kaya kolor bapak gue..
sekarang gue masih menetap di asrama cowo (pastinya) di my lovely college, UNNES. walaupun udah masa tenggang, dan gue harus buru-buru walk out sebelum diusir sama bapak satpam, jadi ga nyenyak tidur, selalu mimpi buruk (ga deng). satpamya kan baik semua.
hal lain yang membuat gue berat untuk pindah adalah fasilitas asrama bray, kaya di hotel, dengan biaya 100rb, anda bisa menikmati fasilitas smpurna, TV LCD, air yang selalu berlimpah, kasur spring bed, wifi geratis dan bisa di akses di dalam kamar. pokoknya no reason buat ga cinta asrama ini.
lebih lagi mas-mas PPG yang saat ini diasrama, baik banget sama gue, sampai-saampai gue mau pindah aja dilarang, (so sweet ga tuh,, berasa penting dan dibutuhin banget)
Subscribe to:
Posts (Atom)